Tentang Kami

Kostum nasional di Indonesia dan Pakaian nasional Indonesia adalah pakaian nasional yang mewakili Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Saat ini pakaian nasional Indonesia yang paling dikenal luas termasuk batik dan kebaya, meskipun pada awalnya kostum tersebut sebagian besar berada di pulau Jawa dan Bali, paling menonjol dalam budaya Jawa, Sunda, dan Bali. Sejak Jawa telah menjadi pusat politik dan populasi Indonesia, kostum rakyat dari pulau itu telah diangkat menjadi status nasional.

Sebagai negara yang sangat beragam, Indonesia yang memiliki lebih dari 30 provinsi, masing-masing memiliki representasi pakaian dan pakaian tradisional dari setiap provinsi dengan desain yang unik dan khas.

Kostum nasional di Indonesia

Kostum nasional dikenakan pada acara-acara resmi maupun upacara adat. Tampilan kostum nasional Indonesia yang paling jelas dapat dilihat dari jenis kostum yang dikenakan oleh Presiden Indonesia dan ibu negara Indonesia dalam berbagai jenis kesempatan dan suasana, dan juga dikenakan oleh pejabat diplomatik Indonesia pada saat gala dinner. Pernikahan adat dan upacara formal di Indonesia juga merupakan salah satu acara penting di negara dimana pakaian dari pakaian nasional Indonesia benar-benar terlihat mulai dari pakaian tradisional hingga modern yang berbeda dari setiap daerah yang diwakilinya.

Batik

Batik adalah kain yang dibuat secara tradisional menggunakan teknik pewarnaan manual wax-resist untuk membentuk pola yang rumit. Secara tradisional kain batik adalah sepotong besar kain berhias rumit yang digunakan oleh wanita Jawa sebagai kemben atau bungkus badan. Kain batik dililitkan di pinggul dengan beberapa lipatan di depan yang disebut wiron, sedangkan bagian atas tubuh memakai baju kebaya.

Secara tradisional untuk pria, tepi kain batik juga dapat dijahit bersama untuk membuat kain berbentuk tabung sebagai sarung, atau dililitkan di pinggul sebagai kain dalam mode yang mirip dengan wanita. Kemudian untuk pria, kain batik tersebut juga dijahit dan dijadikan baju batik pria kekinian.

Batik diakui sebagai salah satu identitas penting budaya Indonesia. UNESCO menetapkan batik Indonesia sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 2 Oktober 2009. Sebagai bagian dari pengakuan tersebut, UNESCO bersikeras bahwa Indonesia melestarikan warisan mereka.

Kemeja batik yang biasa dipakai oleh para pria di Indonesia (khususnya di Jawa), biasanya dikenakan pada acara-acara resmi; seperti menghadiri pesta pernikahan, upacara adat, pertemuan formal, arisan, dll. Terkadang pria yang memakai baju batik biasanya juga memakai topi songkok atau peci agar lebih formal dengan cara tradisional.

Kemeja batik memiliki dua jenis potongan: lengan panjang untuk acara formal, dan lengan pendek untuk acara santai hingga semi formal. Kemeja atau blus batik juga tersedia untuk wanita. Pola batik berbeda dari satu daerah ke daerah lain, terutama di Jawa dan pulau-pulau lain, dan memiliki motif atau pola yang unik untuk tradisi dan budaya setempat masing-masing.

Kebaya

Kebaya adalah pakaian nasional wanita dari Indonesia, meskipun lebih tepatnya endemik masyarakat Jawa, Sunda dan Bali.

Terkadang bahan yang di gunakan terbuat dari bahan yang ringan dan juga tipis seperti:

  • Sutra
  • Katun Tipis
  • Nilon
  • Poliester semi transparan, dsb.

Kebaya biasanya dikenakan dengan sarung atau batik kain panjang, atau pakaian tenun tradisional lainnya seperti ikat, songket dengan motif warna-warni.

Bentuk kebaya paling awal berasal dari istana Kerajaan Majapahit Jawa sebagai sarana untuk memadukan Kemban wanita yang ada, bungkus tubuh wanita bangsawan agar lebih sederhana dan dapat diterima oleh agama Islam yang baru dianut. Kerajaan Aceh, Riau dan Johor dan Sumatera Utara mengadopsi kebaya mode terkini di Jawa sebagai sarana ekspresi status sosial dengan penguasa Jawa yang lebih alus atau halus.

Kebaya biasanya dikenakan pada acara resmi nasional oleh ibu negara Indonesia, istri diplomat Indonesia, dan wanita Indonesia. Ini juga dikenakan oleh wanita Indonesia yang menghadiri upacara adat dan pernikahan. Pada hari Kartini pada tanggal 21 April wanita Indonesia biasanya memakai kebaya untuk merayakan dan menghormati pahlawan emansipasi wanita Indonesia. Selama upacara adat Bali, wanita Bali mengenakan kebaya warna-warni gaya Bali dengan songket Bali.

Peci

Peci, juga dikenal sebagai songkok atau kopiah, adalah topi tradisional yang dikenakan oleh pria Muslim di kepulauan Indonesia. Ini sangat mirip dengan fez Turki-Mesir. Di Indonesia, peci beludru hitam telah menjadi hiasan kepala nasional dengan konotasi nasionalis sekuler yang dipopulerkan oleh Sukarno.

Sejumlah aktivis gerakan nasionalis Indonesia di awal abad ke-20, seperti Soekarno, Muhammad Hatta dan Agus Salim, mengenakan peci untuk menyampaikan sentimen nasionalisme mereka dan untuk menunjukkan identitas Indonesia mereka. Presiden pria Indonesia selalu mengenakan peci sebagai bagian dari pakaian resmi kepresidenan mereka.

Sejak saat itu, peci beludru hitam disetujui menjadi hiasan kepala nasional untuk pria Indonesia. Ini dipakai di seluruh Indonesia, terutama oleh pejabat pemerintah dan pria (biasanya pria Muslim) di seluruh negeri. Peci biasanya dikenakan dengan kemeja batik atau jas gaya barat oleh pria di Indonesia untuk menghadiri acara-acara resmi.

Hal ini juga biasa dipakai selama acara-acara keagamaan Islam. Pria Muslim senior di seluruh Indonesia — biasanya di Jakarta yang mengidentifikasi diri mereka sebagai orang Betawi asli, juga menggunakan peci ini dalam kehidupan sehari-hari. Ini juga merupakan penutup kepala tradisional orang Betawi dan juga kelompok etnis lainnya. Terutama di Indonesia bagian barat yang mayoritas beragama Islam.